Catatan Kenangan
Kumpululan tulisan pribadi dan beberapa di antaranya terbit di Koran Pak Oles dan Tabloid Otomotif Montorku

Menekuni Terapi Prana

Minggu, Oktober 11, 2009





GRIYA
TERAPI TAPAK BUMI
Terapis Bioenergi
Semua kesembuhan datang dari Tuhan Yang Maha Esa Pencipta Langit & Bumi
Kami menekuni metode pengobatan dengan mengakses energi prana yang ada di matahari, udara dan bumi.
Untuk layanan terapi di Denpasar dan sekitarnya, kontak via hanphone: 081338648933, atau datangi alamat kami Jl Pulau Bungin Gang Surya No5, Br Sama, Denpasar.
Sanggar Terapi Tapak Bumi fokus di bidang pengobatan komplementer: deteksi sakit medis dan non medis.
Deteksi penyakit jarak jauh via telepon, transfer bioenergi jauh-dekat untuk kesembuhan, pengaktifan sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah.
Filosofi penyembuhan dengan mengakses energi inti bumi untuk mencabut energi penyakit/negatif dari tubuh pasien, deteksi aura rumah, tempat usaha, deteksi letak energi penyakit di tubuh pasien jarak jauh dan dekat, dengan syarat: memberikan nama lengkap dan tanggal lahir.
Kami juga menggunakan sarana kristal pendant yang khusus untuk melancarkan peredaran darah dan mempertebal medan biolistrik/aura tubuh.
Terapi warna LOHAS (Lifestyle of Health and Sustainability = Gaya hidup Sehat Yang Berkesinambungan) Star Crystal Pendant adalah getaran cahaya yang digunakan untuk meningkatkan metebolisme tubuh. Mekanismenya adalah dengan menggunakan getaran frekuensi warna untuk membawa perubahan positif dan memberikan kesegaran dalam tubuh.

Dengan menggunakan LOHAS Star Crystal Pendant yang berteknologi FIR Nano secara berkala, pengguna akan merasa lebih gembira, segar dan membuat tubuh selalu bertenaga seolah-olah baterai dalam tubuh kita selalu dalam keadaan Fully Charge!!! Hal ini yang akan membuat tubuh menjadi tenang dan selalu dalam kondisi fit.



Read On 0 komentar

Terapi Yoga Bersihkan Hidung

Selasa, April 21, 2009
Tips Yogacharya Laxmi Narayan
Oleh: Beny Uleander
Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. Itulah hal yang ditanamkan orangtua sejak kecil kepada anak-anaknya. Tapi kini, ayah ibu di rumah dengan membaca tulisan ini bisa menambahkan pesan, “Jangan lupa minum air membersihkan hidung!”.
Yogacharya Laxmi Narayan seorang guru yoga kelahiran Himalaya, India sempat berbagi tips asana (sikap tubuh) tertentu dipadukan dengan pranayama (latihan pernapasan) untuk membersihkan hidung dan tenggorokan.
Menurut Direktur Jairam Ashram Yoga Sadhana Arogya dan Yoga Research Institute Rishikesh, Himalaya, India itu, teknik-teknik penyembuhan dalam yoga adalah warisan peradaban dunia yang amat bermanfaat untuk kesehatan. Selain ilmiah dan universal, teknik yoga untuk membersihkan bagian dalam tubuh sudah dipraktekkan para yogi ribuan tahun yang lalu. Sayangnya, jarang sekali dipublikasikan ke media. Teknik membersihkan diri dengan yoga hanya diajarkan di kelompok-kelompok yoga atau ashram.
Saat menghadiri ajang Festival Yoga Internasional Bali-India di Bali, 3-10 Maret lalu, Yogacharya Laxmi Narayan yang fokus mengembangkan penelitian tentang yoga dan pranayama untuk terapi kesehatan, memperlihatkan tips membersihkan tenggorokan maupun hidung dengan air.
Caranya, siapkan air hangat dicampur garam sedikit. Lalu diminum tapi tidak ditelan. Saat air berada dalam mulut, napas yang ditahan dikeluarkan. Serentak pula air akan keluar lewat hidung dan membersihkan area hidung dari berbagai kotoran. Bisa dibuat bervariasi, air keluar lewat lubang hidung kanan atau kiri.
Ada juga teknik lain, asalkan ada alatnya yaitu kendi dengan saluran air yang panjang. Air dimasukkan lewat lubang hidung kanan dan keluar lewat lubang hidung kiri. Dan kembali diulang sebaliknya, agar kedua lubang pernapasan tersebut benar-benar bersih. Kedua teknik terapi yoga tersebut, papar Laxmi Narayan, efektif untuk mencegah dan menyembuhkan flu, batuk ataupun sinusitis. “Masih banyak lagi terapi yoga yang berhasil menolong ribuan pasien menderita diabetes, asma, masalah jantung, arthritis dan penyakit lainnya menggunakan yoga dan pranayama,” ungkap pria yang belajar yoga sejak usia dua tahun.
Anda layak mencobanya di rumah!
(Keterangan foto: Yogacharya Laxmi Narayan didampingi Arpita (21) mempraktekan terapi yoga untuk kesehatan saluran pernapasan luar.)
Read On 0 komentar

Dengan Bernapas, Perut Turun

Selasa, April 21, 2009
Profil Ni Made Kastini Adiputri
Oleh: Beny Uleander
Banyak remaja di Bali kini menekuni yoga untuk kesehatan dan pengendalian diri. Salah satu di antaranya adalah Ni Made Kastini Adiputri (21). Putri kedua pasangan I Wayan Sudana, SH dan Ni Ketut Sartini, SE ini setiap dua kali dalam seminggu menimba latihan pernapasan maupun berbagai gerakan yoga di Bali India Foundation (BIF), Renon, Denpasar.
Setiap Senin dan Rabu sore, Kastini, demikian sapaannya belajar yoga di BIF selama satu jam yang diisi dengan meditasi dan belajar teknik-teknik beryoga. “Awalnya saya agak susah mempelajari gerakan-gerakan yoga. Kalau ada gerakan yang sulit jangan dipaksakan, tapi dilatih setiap hari,” ungkap mahasiswi Fak. Teknik Sipil Universitas Udayana yang belajar yoga di BIF sejak Juli 2007.
Salah satu teknik yoga yang disukai dan terus dipraktekkan Kastini adalah teknik pernapasan perut untuk menjaga kelangsingan perut. Menurut guru yoganya Dr Somvir, latihan pernapasan perut tersebut akan menurunkan berat badan. Timbunan lemak di sekitar perut akan hilang hanya dengan latihan pernapasan perut yang dilakukan rutin setiap hari. “Berat badan saya dari 57 kilo turun jadi 53 kilo,” ungkap dara kelahiran Denpasar 22 Juli 1988.
Lanjut Kastini, teknik ini bisa dipraktekkan siapa saja yang mengalami masalah penumpukkan lemak di di sekitar perut. Orang gemuk atau penderita obesitas dengan perut buncit tak perlu melakukan fitness untuk menurunkan perut. Ya cukup dengan pernapasan perut. Saat otot perut ditarik ke dalam, napas dihembuskan dengan kuat. Teknik ini membuat otot di area perut dilatih bekerja ekstra.
Selain beryoga untuk kesehatan, diakui Kastini, latihan meditasi dalam yoga telah banyak mengubah dirinya. “Dari segi mental, saya merasa tida gugup lagi tampil di depan umum. Saya juga merasa lebih fokus dalam belajar dan disiplin dalam mengatur waktu,” ujar gadis manis yang kini dipercaya BIF melatih yoga untuk anak-anak.
Read On 0 komentar

Dewa Aristokrat Mati

Jumat, Januari 16, 2009
Dunia memasuki malam gelap! Hitam dan gulita. Akhir tahun 2008 telah dikenang sebagai tahun kematian dewa kapitalis. Perusahaan-perusahaan raksasa sekelas Google yang menjadi simbol harta karun investasi masa kini kelimpungan. Sergey Brin dan Larry Page yang piawai mengasah naluri bisnis di ladang maya telah mem-PHK 100 karyawan di awal tahun 2009.
Jauh sebelumnya, perusahaan-perusahaan tua hingga medioker berlomba-lomba merumahkan karyawan. Semburat duka, kesedihan, dan kekalahan terpantul di setiap wajah penyembah dewa pencitraan kaum aristokrat Eropa itu. Pengusaha-pengusaha super kaya sekaliber Roman Abramovich menderita “virus migraine”. Was-was memikirkan pertumbuhan ekonomi yang melambat, lonjakan bunga bank dan beban utang yang bertambah.
Kematian dewa kapitalis di abad 21 ini diiringi suara tangisan yang membahana dari manusia-manusia lintas benua. Dukacita massal terjadi karena kemajuan ilmu dan teknologi membuat penghuni bumi akrab dalam mobilitas maupun interaksi. Dan, kematian itu menimpa dewa yang dikejar-kejar berkatnya oleh miliaran manusia.
Mistikus Spanyol Juan de la Cruz (24 Juni 1542 – 14 Desember 1591) dari desa kecil Fontiveros, menulis dengan rasa eksotik pengalaman malam gelap jiwa. Moment spiritual yang menghampiri setiap manusia yang merasakan Allah dekat namun jauh. Sangat jauh tapi amat dekat! Perasaan tersiksa di sekujur tulang jiwa menyadari Allah “seakan” telah mati. Harapannya sirna. Tonggak-tonggak keyakinannya roboh. Ia tak berdaya. Semua keindahan spiritual yang dikejar seperti menjadi fantasi kosong di siang bolong. Pengorbanan waktu, terutama hasrat batin sia-sia belaka. Itukah kado indah bagi mereka yang mengarahkan energi rohani untuk menyatu dalam sembah dan doa kepada Yang Kuasa?
De la Cruz dan para mistikus mewariskan satu kata hiburan untuk setiap manusia yang mengalami “malam gelap-pahit getir-duka nestapa” kehidupan: CINTA! Semua boleh hilang dalam kehidupan ini. Harta ludes tak masalah. Emas dan uang lenyap bukan persoalan berat. Sahabat, anak dan kekasih silahkan berlalu. Tapi gerak batin untuk terus mencintai tak boleh pudar.
Cinta adalah suara nurani yang terus berdetak lintas generasi. Ia tak pisah dipadamkan apalagi ditumpas oleh rudal rezim. Cinta adalah suara kebenaran yang bergema dalam relung sukma. Ia terus hidup meski berbagai peradaban tumbang dan tumbuh. Cinta adalah kendaraan terakhir sekaligus harta jiwa.
Ideologi kapitalis awalnya mengagungkan cinta sebagai “élan vital”; daya hidup untuk berkreasi. Manusia berlomba-lomba dengan gairah pengabdian kepada ilmu pengetahuan untuk mengungkap rahasia-rahasia alam. Dogma “cinta” inilah yang dijadikan senjata negara-negara kapitalis untuk memberangus komunisme dalam segala alirannya.
Sayang, kapitalisme pongah karena “cinta” hanya menjadi mesin raksasa penyedot kenikmatan badani. Kompetisi didewakan. Daya saing menjadi kredo iman kaum kapitalis. Wabah kerakusan adalah tipikal manusia yang sudah terjangkiti virus kapitalis. Kekuasaan dikejar dan dipertahankan dengan seribu satu cara. Tentunya menghalalkan segala jalan. Tak heran, penduduk-penduduk lemah hanya jadi penonton “ketidakadilan” hidup di alam yang satu, sama dan seudara.
Kita bersyukur dewa kapitalis telah terjungkal dari singgasananya. Meski kita harus melewati “malam gelap-krisis ekonomi” mahadashyat di tahun 2009, namun biarkan suara-suara cinta terdengar merdu dalam batin. Alam dalam segala kelimpahannya akan tetap memberi kecukupan untuk manusia, tapi tidak cukup untuk keserakahan! Dan, kekuatan alam pun akan melindungi cinta sejati yang tumbuh dalam jiwa yang berani berkorban dan memberi dengan tulus.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Read On 0 komentar

Memberdayakan Orang Lain

Jumat, Januari 16, 2009
Oleh: Pak Oles
Menjadi pemimpin memang susah, harus bisa memberdayakan orang lain. Artinya seorang pemimpin harus bisa membuat orang lain berdaya, mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi. Seorang pemimpin tidak saja harus pintar dan menguasai bidang yang digelutinya, tapi juga harus bisa bekerja sama dengan anggota kelompoknya, untuk mencapai hasil yang maksimal.
Ada pemimpin yang lahir karena didorong dan ditarik. Pemimpin yang didorong lahir karena didorong-dorong oleh teman dan anggotanya, karena di dalam kelompoknya tidak ada yang mau menjadi pemimpin, tidak ada yang mau berkorban untuk memajukan kelompoknya. Mereka mengharapkan ada orang lain yang bisa didorong menjadi pemimpin. Pemimpin yang didorong tidak merasa bertanggung jawab terhadap kemajuan organisasinya dan tidak bisa memberdayakan anggota kelompoknya. Pemimpin itu akan menyalahkan anggotanya, kenapa mereka memaksa dirinya menjadi pemimpin, sampai mendorong-dorong segala, sehingga dia mendapatkan musibah untuk selalu berkorban demi kepentingan anggota kelompoknya.
Pemimpin yang lahir karena ditarik bertanggung jawab terhadap yang menariknya, bukan terhadap bawahannya. Biasanya kekuatan yang menarik itu berasal dari lingkaran kekuasaan dan koneksi. Karena kedekatan seseorang dengan kekuasaan dan koneksi, seseorang bisa menjadi pemimpin yang ditarik. Pemimpin yang ditarik ini hobinya menjilat atasan agar selamat dan menginjak bawahan agar mendapat untung. Tentu saja saat lingkaran kekuasaannya atau koneksinya melemah, dia akan jatuh.
Pemimpin yang didorong dan ditarik selalu membikin dongkol bawahannya, karena dia memang mendongkolkan. Sebut saja seorang kepala desa yang lahir karena didorong atau ditarik. Seorang kepala desa harus rajin, kreatif, berani, bertanggung jawab, menjadi panutan dan rela berkorban untuk kemajuan desa dan warga desanya. Kepala desa yang didorong akan selalu cuek, “habis gua didorong-dorong sih! Untung gua mau. Kalau soal fasilitas jabatan gua nikmatin aja,” katanya.
Kepala desa yang ditarik selalu memakai jurus selamatkan diri ke atas. Biasanya penampilan kepala desa yang ditarik dari segi tongkrongannya seratus persen oke, tapi tanggung jawabnya ke bawah tergantung bos yang menariknya. Kepala desa itu akan selalu membuat konflik di desanya, karena warganya terbelah menjadi dua kubu, yaitu kubu penjilat dan kubu tertindas. Kubu penjilat menikmati fasilitas, kubu tertindas tersingkirkan.
Kepemimpinan itu harus muncul dari dalam hati, bukan karena didorong atau ditarik. Pemimpin yang didorong dan ditarik pasti kandas di tengah jalan, karena masalah-masalah yang harus diselesaikan ditunda dan dihindari. Akibatnya, masalah besar akan menimpanya suatu hari. Pemimpin yang memiliki niat untuk menjadi pemimpin mempunyai kekuatan karena tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Kalau kita ingin memilih pemimpin, tanyakan dulu niatnya, apakah dia ingin menjadi pemimpin karena hatinya ingin bertanggung jawab, atau karena ditarik atau didorong. Caleg-caleg yang ingin menjadi pemimpin mungkin sudah mengetahui jawaban di dalam hatinya masing-masing, walaupun yang terucap adalah demi masyarakat. Apakah mereka ingin menjadi pemimpin karena hati, didorong teman atau ditarik partai? Mudah-mudahan mereka menjadi pemimpin karena dorongan hatinya, sehingga mereka bisa melakukan tugasnya untuk kemajuan masyarakat, kalau tidak, tentu hasilnya akan mengecewakan masyarakat.
Pemimpin yang didorong dan ditarik tidak bisa memberdayakan orang lain, karena dirinya sendiri tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan dari dalam dirinya sendiri, hasrat dan tanggung jawabnya lemah. Dia memang benar-benar pemimpin yang loyo. Kalau dirinya sendiri loyo, bagaimana bisa membuat orang lain kenceng? Hasrat dan tanggung jawab sebagai pemimpin harus muncul dari dalam hati. Kalau hatinya sebagai pemimpin sudah tidak ada, maka jangan harap bisa berhasil.
Bagaimana ciri-ciri pemimpin yang bisa memberdayakan orang lain? Gaya kepemimpinannya relaks, tidak tegang. Orang-orang yang dipimpinnya bergembira, tidak cemberut. Semakin banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan, semakin banyak orang yang membantu. Delegasi dan pembagian tugas berjalan lancar, pekerjaan tidak menumpuk pada satu orang sampai termehek-mehek. Tugas dapat diselesaikan tepat waktu dengan tersenyum, bukan molor sambil cemberut.
Jadilah pemimpin yang melayani, yang menjadi teladan, yang membuat pengikutnya bergembira. Pemimpin yang melayani selalu ikhlas dalam bekerja dan membimbing pengikutnya, sehingga setiap masalah dan orang yang menjengkelkan yang ditemuinya merupakan ujian pelayanan yang harus diselesaikan dengan baik. Jika pelayanan dapat dijadikan teladan, maka seluruh pengikutnya akan memberikan kerja dan pelayanan yang maksimal.
Menjadi teladan untuk melayani memang sangat susah. Sebaliknya, menjadi teladan untuk dilayani memang gampang. Agar pengikutnya selalu bergembira, maka pemimpin harus mampu menunjukkan kegembiraan setiap saat. Saat untung dan rugi, dipuji dan dicaci, senang dan sedih, harus tetap bergembira. Bagaimana caranya agar tetap bergembira? Cukup dengan tersenyum dan tertawa melihat kelucuan hidup. Mudah ‘kan? Ya, kelihatannya mudah, tapi prakteknya benar-benar susah. Buktinya apa? Krisis kepemimpinan ada di mana-mana.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Read On 0 komentar

Menapaki 365 Hari Di Tahun 2009

Rabu, Desember 31, 2008
Inspirasi selalu bernyanyi; karena inspirasi tidak pernah menjelaskan! (Paul Amalo).
Waktu dalam ruang imajinasi adalah gudang yang setia menampung barisan ide. Serba luas, tanpa kapasitas dan setiap orang bebas menghapusnya hanya dengan lupa.
Di sana juga kita dimanjakan untuk menyimpan bayang-bayang kelepasan hidup. Impian kesuksesan dipahat dengan semangat kerdil yang tertatih-tatih. Setiap kita bebas menabur mimpi-mimpi “terkotor” hingga “tersuci” di alam khayal. Mungkin tentang sekeping keenakan hidup tanpa ternoda keringat susah payah. Atau harapan yang membara meraba-raba kerinduan hati yang tak pernah terpenuhi di ruang kesadaran.
Waktu dalam bilik imajinasi selalu penuh dengan ekspresi instant diri ideal. Itulah sisi lain “waktu” sebagai “bintik-bintik sejarah” yang menguap tanpa menjelma jadi fakta. Kekecewaan mencengkram pribadi-pribadi yang menganggap barisan impian tak lebih dari dongeng.
Ketidakmengertian misteri waktu menyeruak hadir saat kita coba mengartikan waktu sebagai perjalanan hidup. Waktu adalah kesadaran! Hidup menjadi berarti ketika manusia sadar “orgasme spiritual” adalah penemuan indah jati diri manusia. Gairah mengumbar hawa nafsu badani hanyalah mengotori waktu hidup yang amat pendek. Bahkan merusak waktu hidup yang indah. Sayang semua orang perlu waktu untuk menyadari hidup adalah berbagi hati, empati dan kasih.
Spirit memaknai waktu inilah yang kerap hilang saat warga dunia merayakan pergantian tahun. Waktu dengan amat rendah disanding dengan keinginan manusiawi. Padahal hasrat insani dimatangkan dalam parade waktu. Semoga kita tidak terbuai dalam kemeriahan pesta tahun baru tanpa meluangkan waktu merefleksikan tujuan hidup hakiki.
Manusia lahir dan bertumbuh dalam waktu. Kitapun jatuh cinta dan merasakan kehangatan pelukan penuh kasih sayang tidak setiap waktu! Sewaktu-waktu kegelisahan dan rintihan batin dalam pagutan kepahitan hidup akrab menghampiri manusia.
Makna waktu hanya ditemukan mereka yang membiarkan inspirasi selalu bernyanyi, karena inspirasi tidak pernah menjelaskan. Kita menyanyikan syair Indonesia yang makmur. Umat Allah menapak tangga kuil dengan perut terisi. Saudara kita sujud bersyukur dengan badan bugar. Dan, teman terdekat duduk bersila dengan wajah tenang karena isteri anaknya hidup sejahtera.
Mari kita gunakan waktu hidup yang terus bergulir untuk membuat hidup jadi makin bermakna. Karya jadi amal dan doa jalan penuntun hidup kita. Selamat menempuh hidup baru di tahun 2009!
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Kebun Pak Oles Tetap Dibidik Mahasiswa

Rabu, Desember 31, 2008
Oleh: Wayan Nita
Pertanian organik mulai dilirik banyak kalangan, seiring kesadaran dampak negatif penggunaan bahan kimia. Kelangkaan pupuk dan pestisida kimia ikut menjadi salah satu pemicu. Semua masyarakat berbondong-bondong menerapkan system pertanian organik ramah lingkungan. Hal ini tentu menguntungkan bagi para produsen pupuk organik. Tak berbeda dengan PT. Karya Pak Oles Tokcer, sebagai pelopor pembuat pupuk organik.
Dikenalnya produk pupuk organic berbasis ramah lingkungan, merebut perhatian banyak kalangan. Tak hanya konsumen pengguna saja, tapi banyak juga masyarakat dan instansi yang ingin belajar langsung. Baik cara pembuatan pupuk maupun pengaplikasiannya di lapangan. Seperti mahasiswa Universitas Jember, datang ke kebun Pak Oles untuk melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan).
Menurut Ir Imam Syafi’I, Ms, salah satu dosen pembimbing, mahasiswa program studi Agribisnis ini ingin banyak belajar di kebun produksi Pak Oles. Mereka, lanjutnya, akan belajar tentang manajemen di kebun produksi. Baik manajemen pemasaran, sumber daya alam, produksi dan stuktural.
Materi kuliah lapangan ini memang ada dalam program pengajaran dalam semester tujuh. Diharapkan dengan mengikuti kuliah lapangan ini, mahasiswa nantinya dapat membekali diri dengan banyak ilmu saat harus terjun di masyarakat. Karena, sebut Imam, banyak ilmu yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Seperti cara pengolahan dan pemanfaatan sampah dan limbah yang tidak berguna.
Setelah mahasiswa ini berhadapan langsung dengan masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. “Pilihan mahasiswa sangat tepat dengan belajar di kebun Pak Oles ini. Tak hanya ilmu manajemen dan aktivitas produksi yang didapat, tapi pengetahuan tentang teknologi EM,” katanya.
Kegiatan kuliah lapangan ini benar-benar pilihan mahasiswa. Mereka terlibat langsung dalam pemilihan tempat praktek dan kepanitiaannya. Seperti yang diungkapkan Emy Fauziah Azizah, ketua panitia, meskipun tempatnya jauh tapi ilmu yang didapat sepadan dengan perjuangan.
Selama ini, lanjutnya, yang dikenal dari produk Pak Oles hanya untuk kesehatan, tapi fokus juga pada pertanian organik terutama peluang pertanian organik di Jember kian berkembang. “Selain belajar, kita juga melihat situasi untuk bisa selanjutnya magang disini. Kita juga sekalian piknik sebelum menempuh skripsi,” ujar Emy.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Penyiraman Dengan EM Harus Tepat

Rabu, Desember 31, 2008
Oleh: Wayan Nita
Bagi pecinta tanaman hias, keberhasilan dan keindahan tanaman menjadi kebanggan. Mengatasi masalah tersebut, tepat jika kini para pecinta tanaman hias mulai kembali menggunakan pupuk organik. Salah satu produsen pupuk organik, PT. Songgolangit Persada, menciptakan formula pupuk dan pestisida organik. Tentu, pupuk dan pestisida ini menggunakan Teknologi EM4 sebagai bahan fermentasi. Masalah yang sering muncul pada tanaman adalah dengan menyediakan media tanam dan pestisidanya. Seperti yang diungkapkan Ir Nyoman Darma, staf ahli Teknologi EM, pertumbuhan tanaman akan lebih baik dengan bahan organik.
Penyediaan media tanam menjadi penting karena merupakan pondasi pertumbuhan dari tanaman itu kelak. Untuk mengatasi masalah tersebut, larutan EM4 dan pupuk Bokashi Kotaku menjadi solusi. Dalam membuat media tanam, sebut Nyoman Darma, lebih bagus jika menggunakan arang sekam. Keunggulannya adalah dapat mengatasi jamur, fusarium, busuk batang dan menjaga porositas air.
Sebelum digunakan, arang sekam terlebih dulu disiram dengan larutan EM aktif. Setelah disiram baru dicampur dengan pupuk Bokashi Kotaku. “Dengan perbandingan satu bagian pupuk Bokashi Kotaku dengan setengah bagian arang sekam,” kata instruktur pelatihan IPSA (Institut Pelatihan Sumberdaya Alam) itu.
Media tanam yang telah tersedia bisa langsung digunakan untuk menanam tanaman hias. Sebagai penyempurna pertumbuhan tanaman hias, perlu dilakukan penyemprotan dengan EM cair. Selain merawat bagian bawah tanaman, bagian atas juga harus dirawat. Penyiraman dan penyemprotan diberikan untuk semua bagian tumbuhan. Penyiraman harus perhatikan cara dan dosis yang diberikan agar tidak terjadi kesalahan fatal.
Penyiraman yang benar, menurut Darma, dengan mengaktifkan dulu larutan EM4 yang baru dibeli (botol kuning). Karena larutan EM4 yang terdapat dalam botol itu masih dalam keadaan dorman. Untuk mengaktifkannya perlu penambahan media seperti gula merah (boleh juga Molase/tetes tebu) dan air.
Perbandingan, satu (1) liter EM asli + satu (1) liter gula merah + 18 liter air. Larutan tersebut dicampurkan dalam jerigen dan didiamkan selama minimal lima hari. Setelah lima hari tutup jerigen dibuka, jika terdapat miselium diatas permukaan larutan maka proses fermentasinya berhasil. Jika lima hari belum muncul miselium tunggu hingga hari ke tujuh. Larutan EM aktif yang mengandung miselium itulah yang paling bagus disiramkan pada tanaman.
Larutan EM4 yang sudah aktif langsung bisa diaplikasikan pada tanaman hias. Tapi dalam pengaplikasian larutan EM aktif pada tanaman hanya perlu ditambahkan air saja, tidak perlu ditambahkan gula lagi. EM aktif sebanyak lima (5) cc cukup ditambah dengan satu (1) liter air. Yang perlu diingat dalam mengaktifkan EM ini adalah disesuaikan dengan keperluan. Jika tanaman sedikit maka EM yang diaktifkan juga tidak sedikit. “Hal ini karena masa simpan EM aktif tidak boleh lebih dari 3 bulan. Dalam arti larutan EM aktif harus habis dalam waktu tiga bulan,” tegas Asmara.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Semprot Ecocity, Lingkungan Sehat

Rabu, Desember 31, 2008
Oleh: Wayan Nita
Kondisi lingkungan yang tidak sehat disekitar kita menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Diikuti dengan tidak menentunya cuaca bumi yang kini lebih ekstrim, banyak kalangan resah terlebih masyarakat perkotaan. Rumah-rumah saling berhimpitan, tidak ada halaman yang bisa ditanami pohon perindang dan padatnya pemukiman menimbulkan banyak masalah. Tidak salah jika mereka rentan terserang penyakit. Karena sanitasi yang buruk, kurangnya pengelolaan sampah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Kini, masyarakat perkotaan tidak perlu takut lagi dengan berbagai masalah kesehatan lingkungan rumah tangga. Menurut Ir. Nyoman Darma, staf ahli teknologi EM, untuk menghadapi situasi tersebut sudah diciptakan Ecocity dengan teknologi EM. Aplikasi fermentasi teknologi EM ini sangat berguna bagi kesehatan disekitar lingkungan rumah tangga. Mengingat teknologi EM bisa diterapkan dibanyak bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan limbah dan kesehatan tentu perlu formula yang lebih spesifik. Untuk itulah staf ahli dari PT Songgolangit Persada secara spesifik menciptakan Ecocity yang dapat diaplikasikan antara lain untuk menyiram kloset WC.
Masyarakat perkotaan kadang tidak memikirkan betapa pentingnya jarak antara septictank dengan sumber air/sumur. Dengan alasan sempitnya lahan mereka mengabaikan kesehatan anggota keluarga. Kotoran di dalam septictank mengandung banyak bekteri jahat yang dapat mencemari sumber air, meskipun air tersebut telah dimasak tapi tidak semua bakteri bisa mati dan bakteri tersebut dapat hidup dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit seperti diare yang akhir-akhir ini banyak menyerang warga ibukota.
Dengan menyemprotkan Ecocity pada lubang WC, sebut Nyoman Darma, maka selain menekan populasi bakteri jahat, juga mengurangi bau tidak sedap yang keluar. Keunggulan Ecocity ini dapat mendekomposisi limbah yang ada di septictank. Sehingga septictank tidak cepat penuh, malah dengan batas-batas penggunaan teretentu tidak akan penuh. Setidaknya frekwensi penyedotan limbah bisa ditekan, misalnya biasanya tiga bulan sekali menjadi enam bulan sampai setahun sekali. Selain itu, air yang keluar dari septictank ke peresapan juga telah terisi dengan mikroorganisme yang bermanfaat (mikroorganisme fermentasi. Dengan Ecocity tingkat pencemaran biologis maupun khemis dapat ditekan.
Ecocity juga dapat digunakan di tempat cucian piring, got saluran air yang dilalui limbah akan ditekan pencemarannya. Sehingga bau busuk hilang, lumpur juga dapat ditekan bahkan pada periode tertentu air yang mengalir di got menjadi jernih tanpa bau busuk. "Kegunaan Ecocity yang lain adalah untuk menyemprot karpet, membersihkan lantai, dicampurkan pada rendaman cucian, disemprotkan pada tubuh hewan peliharaan dan dapat juga dituangkan pada kolam ikan maupun aquarium," ujar Nyoman Darma.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Yang Liar Nggak…

Rabu, Desember 31, 2008
IGA Audra Indira
Meski boleh dibilang baru perdana mencicipi profesi sebagai model otomotif, namun stylenya bersanding dengan moge chopper terbilang dahsyat.
Berbalut busana bikers ala Chopper Heaven, IGA Audra Indira tampak enjoy menantang setiap bidikan kamera fotografer. Tidak ada rasa canggung apalagi tanggung dari pemilik bibir sensual ini merengkuh moge Chopper Heaven dalam ragam aksi dan liuk tubuh.
Audra, begitulah, gadis manis kelahiran 1989 itu diakrabi, mulai meniti karier di dunia model sejak SD. Tidak salah jika penyuka warna putih ini lihai memainkan setiap peran yang dibebankan kepadanya. Berbekal pengalaman dan segudang pretasi, putri sulung empat bersaudara ini menyatakan, sebagai seorang model ia dituntut untuk menyuguhkan berbagai tuntutan karakter. Seorang model identik dengan pemanis, apalagi di ranah otomotif yang lebih bertebaran dengan peran seorang pria. Penggemar motor sport ini menyatakan hambar jika dunia otomotif tidak disandingkan dengan perempuan cantik. ‘’Tanpa cewek cantik, pasti hajatan otomotif kurang banyak peminat. Lihat aja di balapan, yang banyak dihadirkan dara-dara cantik,’’ sebut Audra.
Audra mengaku, dirinya tertarik sama dunia otomotif karena terbawa arus sang kekasih yang menyukai dunia modifikasi sampai balapan. ‘’Aku suka lihat pembalap saat beraksi di lintasan resmi. Tapi kalau ada yang balapan liar hingga ganggu ketertiban umum, wah nggak banget deh,’’ tegas Audra. (Yuni)
Biodata

Nama : I Gusti Ayu Audra Indira
Panggilan : Audra
Tempat Tanggal Lahir : Denpasar, 22 Desember 1989
Tinggi/Berat Badan : 168 cm/53 kg
Pendidikan : Mahasiswa Universitas Udayana, Jurusan Ekonomi Semester III
Orang Tua : I Gusti Ngurah Tika Indrawan
Ayu Rai Sriwulan
Alamat : Jl Pulau Batanta 3 Denpasar
Prestasi :
Juara I Lomba Pakaian Pesta di Denpasar (1999)
Finalis Miss Parsi Bali (2008)
Finalis Majalah Remaja Bali (2002)
Motor Favorit : HD, Pegeot 206
Agency : Belby Enterprise
Jl Bhineka Nusa Kauh I/Blok P 119
Telp (0361) 7430478 Dalung Permai, Badung
Lokasi : Chopper Heaven
Jl Melasti 71X Kuta, Bali
Fotografer : Gede Sustrawan & Putu Wirnata
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Semua Serba Bikers

Rabu, Desember 31, 2008
Chopper Heaven
Di tengah badai krisis ekonomi global, Arthur Stewart malah penuh percaya diri mendirikan usaha baru di kawasan wisata Jl Melasti 71X, Kuta. Pria blasteran Sunda-Belanda itu membuka usaha pusat busana dan aneka aksesoris khusus bagi penggemar motor gede (moge) chopper. Bisnis yang membidik pasar dengan segmen yang jelas meski terbatas adalah strategi bertahan di tengah resesi ekonomi.
Nama Chopper Heaven yang dipilih bukanlah nama baru. Stewart dan beberapa rekannya sukses mengelola rental motor besar beraliran chopper. Rental Chopper Bike yang dirintis tahun 2007 berkembang sukses. Penggemar moge chopper yang tinggi di Bali, menginspirasi Stewart mendirikan pusat busana, merchandise dan seni tato tubuh khas penggemar aliran chopper, hot rod maupun rockabilly.
“Saya melihat penggemar chopper terus meningkat, masih didominasi wisatawan asing sekitar 70 persen seperti Australia, Jepang dan Perancis. Sebagian lagi dari turis domestik yang berkunjung ke Bali,” ujarnya seraya menyebutkan relasi asing bisa sebelum datang ke Bali bisa kontak lewat website www.chopperheaven.net.
Aksesoris yang menyasar komunitas bikers chopper ini, menurut Stewart, pertama di Bali. Sebagai pemain tunggal tanpa competitor di pasar yang sama, Stewart yakin bisnis yang dikembangkannya akan maju. “Tempat ini saja (Chopper Heaven) masih dalam tahap renovsi, tetapi sudah ada tamu yang datang berbelanja. Ke depan, kami mempunyai rencana dan visi yang besar untuk menggarap pasar chopper lebih luas ke arah biker bar, kafe, dan manufaktur, yaitu produksi sendiri motor chopper dari produk lokal yang belum ada di Bali. Semua serba bikers,” urai pria kelahiran Bandung, 7-7-1977.
Menurut Stewart, built up motor chopper selama ini tumbuh pesat di Amerika, Eropa dan di Asia baru Thailand. Karena itu sebagai pemain baru, Stewart optimis bisnis yang kini dibangunnya bakal berkembang pesat. Apalagi usaha yang ditekuninya ini lahir dari hobi. Chopper Heaven sendiri mulai beroperasi awal tahun 2009 ini.
“Kami akan berusaha merangkul komunitas biker yang ada di sini selain relasi dari luar negeri. Saya sendiri bergabung dalam klub Brotherhood. Selain itu, harga yang kami tawarkan cukup terjangkau, tapi dengan kualitas produk yang bagus tentunya,” ungkap Assisten Vice President Bali Chopper.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Mendidik Berdasarkan Visi Lingkungan

Rabu, Desember 31, 2008
Peran guru sebagai tenaga pendidik yang melahirkan generasi cerdas cendekia tak tergantikan. Sebaliknya, kualitas guru amat menentukan mutu pendidikan. Karena itu, seorang guru harus terus belajar mendalami teknologi informasi dan mempraktekkannya, termasuk mendampangi siswa dalam mengasah kecerdasan finansial. Tugas guru pula memetakan kurikulum pendidikan lingkungan yang membuat siswa sadar dan peduli menjaga kelestarian alam maupun keseimbangan ekosistem.
Tantangan generasi muda makin berat. Salah satunya adalah mempertahankan keseimbangan ekosistem dan meminimalisir kerusakan lingkungan yang kini tengah marak di berbagai belahan dunia. Kesadaran untuk memelihara lingkungan sekitar ditanamkan lewat pendidikan di sekolah.
Pakar lingkungan Prof Dr Emil Salim mengharapkan para guru lebih kreatif mengemas informasi lingkungan dalam berbagai mata pelajaran terkait. "Perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat beberapa abad terakhir ternyata juga merusak jejaring ekosistem," kata kata Emil dalam Seminar Kurikulum Sekolah Berbasis Bersih, Sehat dan Hijau di Jakarta, pekan lalu.
Para guru, lanjut Emil Salim, mendapat tugas untuk menjadikan sains dan teknologi yang serba rasional dan mengeksploitasi alam itu lebih bersesuaian dengan alam. "Bangunlah alam buatan manusia dengan meniru pola dan hukum ekosistem yakni dengan bioteknologi, bioarsitektur, hingga biomedicine serta kembangkanlah pemahaman fungsi ekosistem seperti diversitas, keseimbangan, kegunaan, interdependensi dan keberlanjutan," katanya.
Selain visi lingkungan yang disebarkan dalam berbagai mata pelajaran, ia juga mengharapkan, Dinas Pendidikan di daerah-daerah mampu mengelola kurikulum muatan lokalnya dengan visi lingkungan.
Muatan lokal yang hanya satu jam dalam seminggu, menurut dia, bisa dikelola menjadi pelajaran yang penuh dengan kegiatan alam yang bersifat menstimulasi panca indera siswa dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Emil juga memuji apa yang dilakukan oleh kalangan pendidikan Kota Batu Jawa Timur yang memasukkan gagasan visi lingkungan dalam kurikulum sekolah muatan lokal sehingga siswa mengerti persoalan lingkungan sejak dini.
Kordinator Komunikasi Kesehatan USAID-Environmental Service Program (ESP) Nona Utomo mengatakan, Kota Batu saat ini menghadapi banyak masalah lingkungan seperti jumlah mata air yang menyusut dari 105 menjadi 62 mata air serta sampah-sampah yang semakin tersebar di mana-mana. "Pada 2005 kami memilih Kota Batu dengan pendekatan berbasis masyarakat menyelamatkan hutan dan mengelola sampah, belakangan kami meningkatkan kerja sama dengan mencoba melahirkan mata pelajaran baru yaitu pendidikan lingkungan hidup berbasis Bersih, Hijau dan Sehat," katanya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Batu Jawa Timur, Sukistono, mengatakan, pihaknya memulai mata pelajaran berbasis lingkungan di sekolah dasar (SD) dengan mengajarkan bagaimana cara mandi yang baik. "Sederhana saja seperti bagaimana menggunakan air, atau sabun seperti apa yang bagus. Untuk SMP ditingkatkan dengan bagaimana mengelola limbah dan SMA sudah menganalisis kandungan kimia limbah," katanya dilansir Antara.
Ia juga mengharapkan para guru pelajaran lingkungan ini rajin membaca ilmu pengetahuan tentang lingkungan dan kreatif mencari cara-cara mengajar yang menarik bagi para siswa.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Read On 0 komentar

Sahabat Dan Inspirator

Kotak Pesan


Recent Rider



Apakah Anda Sudah Bergabung Dengan Orang Diatas???siul
[Join disini]
peace

Jumlah Pengunjung

Berlangganan Artikel

Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner